Jumat, 31 Oktober 2014
Kamis, 30 Oktober 2014
Wiro Sableng #13 : Kutukan Empu Bharata
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
SEJAK dinihari gumpalan awan hitam menggantung di udara. Paginya walaupun sang surya telah menampakkan diri namun karena masih adanya awan hitam itu, suasana kelihatan mendung sekali.Kokok ayam dan kicau burung tidak seriuh seperti biasanya, seolah-olah binatang-binatang itu tidak gembira menyambut kedatangan pagi yang tiada bercahaya itu. Di lereng timur Gunung Slamet, seorang laki-laki tua yang mengenakan kain selempang putih berdiri di depan teratak kediamannya. Janggutnya yang putih panjang menjela dada melambai-lambai ditiup angin pagi. Orang tua ini menengadah memandang kelangit.
"Mendung sekali pagi ini..." katanya dalam hati. Untuk beberapa lamanya dia masih berdiri di depan teratak itu. Kemudian terdengarlah suaranya berseru memanggil seseorang.
"Untung! Kau kemarilah . . . "
Meski umurnya hampir mencapai delapan puluh, namun suara yang keluar dari mulut orang tua itu keras lantang dan berwibawa. Sesaat kemudian seorang pemuda sembilan
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #13 : Kutukan Empu Bharata - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 29 Oktober 2014
Selasa, 28 Oktober 2014
KEBAHAGIAAN DALAM MEMBERI
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Pahlawan Senja
Entah sudah berapa lama aku meninggalkan tanah kelahiranku ini, rasanya seperti mimpi bisa kembali melihatnya. Bangga rasanya melihat apa yang sudah terjadi disini, banyak yang berubah. Yak, semua karena dia. Dia adalah anugrah yang diberikan Tuhan untuk kami, untuk kami semua yang tinggal di dalam keterpurukan, untuk kami yang menganggap ini semua mustahil tapi baginya ini adalah tantangan yang harus dilakukan untuk menjadi mungkin. Ya, bagiku dan bagi semua orang dia benar-benar anugrah Tuhan yang begitu besar.
—
Tuhan apakah ini adil untuk ku? Apakah ini adil untuk kami? Apakah ini adil untuk semua orang yang hidup di dunia? Mengapa cobaan begitu berat untuk makhluk-makhluk lemah seperti kami ini? Mengapa selalu yang lemah yang tertindas? Mengapa orang-orang sepeti mereka yang harus berkuasa? Apa salah ku? Apa salah kami sehingga hidup ini terasa berat untuk dilewati? Huft.. andai aku bisa memutar waktu akan aku putar ke masa depan agar aku tak melewati hari-hari yang begitu melelahkan dan terpuruk dalam hidup ini. Tuhan jika Engkau berbaik hati kirimkan lah malaikat-Mu untuk membantu ku…
Ya, itulah yang aku ucapkan dalam hati, mungkin itu adalah doa kepada Tuhan atau mungkin juga itu adalah curahan hati. Curahan hati yang selalu aku lakukan di waktu sore dengan duduk sambil melempar batu ke danau yang berair jernih, inilah tempat favoritku yang selalu aku kunjungi di bawah pohon besar yang rindang dengan posisi menghadap utara danau ini. Tempat yang begitu damai, indah dan tenang yang mampu menghipnotis mata semua orang yang datang dengan pemandangannya dan mampu mengilangkan segala kepenatan dari aktifitas sehari-hari. Yaaahhh beginilah kehidupank
... baca selengkapnya di Pahlawan Senja - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 25 Oktober 2014
BERHENTILAH MENGELUH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 19 Oktober 2014
KEBIJAKSANAAN PENGGALI TAMBANG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 17 Oktober 2014
AKU INGIN MAMA KEMBALI
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 15 Oktober 2014
SEBAGAI BALASANNYA........
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 11 Oktober 2014
MENGENDALIKAN AMARAH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 09 Oktober 2014
THE GIRL WHO SILENCED THE WORLD FOR 5 MINUTES
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 04 Oktober 2014
ASAL USUL MEMBERI ANGPAO
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1